Tuesday, May 9, 2017

TEKNIK PELATIHAN ATAU TRAINING EFEKTIF














Menurut pasal 1 ayat 9 UU No 13 tahun 2003, tentang Pelataihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Supaya mencapai kompetensi kerja yang diharapkan seperti pada ayat 10 :
Kompetesi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standard yang ditetapkan.

Hasil dari sesorang yang ditraining terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan, ada terkesan sudah dilakukan training tetapi masih ditemukan masalah terhadap pekerjaanya. Mungkin ini salah satu masalah dengan penyampaian trainer saat menyampaikan memberi pelatihan.
Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan pada training sebaiknya kita tahu makna dan cara training yang efektif.

Pertama yang harus disiapkan adalah seorang TRAINER yang mampu memberikan transformasi dengan baik, hal yang harus di perhatikan untuk menyiapkan seorang trainer :

- Melatih para trainer dengan hati - hati dan berikan bahan - bahan yang diperlukan
- Trainer mengetahui prinsip prinsip belajar tentang teknik atau proses suatu pekerjaan
- Seorang trainer harus punya harapan yang tinggi untuk keberhasilan pemahaman orang yang dilatih.

Agar proses pelatihan atau training berhasil dan efektif ada beberapa langkah yang harus di perhatikan:

Step 1 : Persiapan dan perhatikan sikap orang yang dilatih

  • Membuat orang yang ditraining merasa nyaman, jangan ada rasa tegang
  • Membiarkan mereka yang akan ditraining untuk mempelajari sekitarnya sebelum training dilakukan ( misalnya proses kerja yang akan dilakukan ), atau untuk melihat rekan seniornya yang sedang melakukan proses pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk membuka pikiran orang yang ditraining terhadap materi atau urutan proses yang akan disampaikan pada saaat training nanti.
  • Menjelaskan mengapa harus training >> jelasakan efek proses kalau terjadi kesalahan pada proses tersebut
  • Mencari tahu dengan cara bertanya kepada orang yang akan dilatih >> Apa saja yang telah diketahui oleh mereka, serta lakukan untuk memancing minat mereka untuk bertanya. ( Ini sambungan dari point ke #2 di atas ).
  • Melakukan pengenalan terhadap perlatan yang digunakan spt alat bantu, perangkat, fungsi dari alat dan perangkat serta sebab akibat jika alat atau perangkat tidak digunakan ( efek masalahnya disampaikan )

Step 2 : Memberikan contoh melakukan proses atau memperagakan proses kerja

       Seorang trainer :

  • Menjelaskan tentang proses dan dampaknya terhadap kualitas produk yang dibuat
  • Peragakan proses yang diajarkan dengan kecepatan normal
  • Ulangi memberi contoh dengan kecepatan lambat, agar yang ditraining dapat menangkap dan dapat menjelaskan setiap langkahnya.
  • Jelaskan bagian - bagian yang sulit atau bagian - bagian yang  kemungkinan sering terjadi kesalahan atau dampak terhadap produk akibat melakukan kesalahan.
  • Peragakan proses kerja sekali lagi dengan kecepatan lambat dan jelaskan hal hal penting ( Point perhatian kerja )
  • Berikan tugas kepada orang yang dilatih untuk menjelaskan langkah - langkah yang dilakukan seperti yang disampaikan oleh seorang trainer.
Step 3 : Memberikan uji coba kepada orang yang ditraining.
  • Untuk orang yang dilatih :
  • Berikan tugas kepada orang yang ditraining untuk melakukan pekerjaan seperti yang telah diajarkan oleh trainer. Lakukan secara perlahan dengan kecepatan normal sambil menjelaskan setiap langkahnya
  • Biarkan melakukan pekerjaan selanjutnya secara betahap, dan perhatikan, sehingga akan semakin terampil dan semakin cepat.
  • Setelah dianggap nampak mampu melakukan pekerjaan dengan baik, biarkan untuk mengerjakan proses berikutnya,,,dan jangan di tinggalkan terlebih dahulu.

Step 4 : Evaluasi dan tindak lanjut

  • Memberitahukan kepada orang yang dilatih,,, "point perhatian kerja, proses yang kritis dan sikap jika ditemukan masalah,
  • Seorang trainer dapat mengurangi pengawasan
  • Memeriksa dan memastikan hasil proses kerja mereka, berdasarkan standar kualitas yang sudah ditetapkan.
  • Perbaiki pola kerja, jika ditemukan pekerjaan yang salah,,agar tidak menjadi kebiasaan.
  • Cobalah memberikan pujian kepada mereka yang di training, untuk pekerjaan yang baik dan beri dorongan motivasi agar memenuhi standar kualitas.













No comments:

Post a Comment